Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2025

Kehidupan Sehari-hari Para Pemulung

 

lika-liku kehidupan sering berganti ada yang baik dan buruk tentunya semuanya harus di jalan seperti air yang mengalir agar tidak terlalu stres menghadapinya seperti hal dalam dunia perdagangan sejak tahun 2010 saya mempunyai usaha kecil-kecilan seperti jual rokok dan pulsa tentunya semua itu telah saya lalui dengan berbagai macam cobaan atau pasang surut dalam dunia bisnis dan juga berbagai macam karakter customer yang berbeda-beda tapi saya harus tetap melayani dengan ramah. 

Customer saya mulai dari tetangga, pemulung hingga pegawai meskipun karakternya berbeda-beda maka saya harus tetap melayani dengan ramah dan baik. Yang paling unik dan punya cerita adalah kehidupan para pemulung baik di desa maupun di jakarta. 

Sejak tahun 2024 saya mempunyai customer pemulung berawal dari seorang pemulung yang pengen transfer uang tapi ia hanya mempunyai aplikasi dana lalu ia tanya ke saya apakah bisa transfer dan saya pun menjawab iya bisa pakai aplikasi dana dan bebas biaya administrasi karena memang pada waktu itu niat saya hanya menolong untuk mentransfer uang.

Sering berjalan waktu makin banyak aja teman - teman pemulung yang datang ke tempat saya untuk mentransfer uang ya mungkin karena tidak ada biaya administrasi kali jadi mereka ke tempat saya dan sayapun dengan senang hati melayani transfer uang.

Lama kelamaan saya pun menjadi akrab dengan para pemulung tersebut dan sedikit mengetahui kehidupan di dalam pekerjaan sebagai pemulung di jakarta. ternyata para pemulung tersebut rata-rata berasal dari satu kampung. Mereka berasal dari Karawang mungkin berteman dan menceritakan tentang pekerjaan mereka di Jakarta sehingga mereka akhirnya mau juga ke jakarta untuk berkerja sebagai pemulung. 




Di tempat kerja pemulung yg biasa mereka bilang lapak atau pangkalan ternyata mereka tidak membayar sepersen pun uang buat menginap karena ada bos yang menanggung dan mereka hanya membiayai sehari-hari rp.100.000 perhari seperti makan, rokok dan lain-lain. 

Ternyata lapak cukup luas dan gede banget bisa menampung lebih dari 30 orang dan juga tentunya gerobak yang biasa ia pakai kerja. 

Diantara para pemulung usia termasuk dewasa bahkan ada juga yang sudah lansia. pemulung lansia berusia 79 tahun masih sehat dan semangat kerja. ia tipe orang yang tidak betah di rumah atau aktif bergerak mungkin itulah ia memilih untuk berkerja sebagai pemulung di jakarta padahal mestinya usia lansia meski istirahat atau menikmati masa-masa tua dan bisa juga ia tidak merepotkan anak-anak diantara anak juga ada pemulung dan pengusaha konveksi. 

Kegigihan ia tiap hari berjalan mengelilingi kompleks perumahan saya untuk memulung meski pekerjaan itu susah susah gampang untuk mendapatkan barang karena hanya dari situ lah mereka bisa mendapatkan uang untuk sehari-hari di jakarta atau kirim uang ke kampung karena mereka tidak ada yang gaji. 

Dari situ lah kita sebagai pemuda bisa mencontoh bapak yang lansia yang masih tetap produktif yaitu : 

1. kita tidak boleh malas untuk mencari pekerjaan

2. gigih dalam mendalam menjalankan pekerjaan

3. selagi kita mampu jangan pernah merepotkan orang lain

4. meskipun pendapatan kecil harus ingat samaa keluarga 

5. pekerjaan apapun yang di peroleh yang penting halal dan jangan malu dengan pekerjaannya seperti pemulung.

Karena Nasib seseorang tidak ada yang tahu maka itulah kita hanya bisa berusaha dulu dan berdoa serta kita pun selalu rendah hati kepada siapapun.

Kamis, 01 Desember 2022

Peran Petani Milenial Dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Hijau

 

Menanam pohon adalah kegiatan yang paling menyenangkan apalagi pohon tersebut tumbuh besar dan banyak berbuah pastilah senang banget kita bisa menikmati hasilnya.




Maka itulah di Hari Menanam Pohon yang jatuh pada tanggal 28 November 2022 merupakan momen yang tepat untuk melestarikan bumi ini lebih hijau lagi. 

Dengan kita menanam pohon sama dengan menanam kebaikan sebab pohon yang memproduksi oksigen akan bermanfaat banyak bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi ini.

Jadi bila kamu menanam pohon dan pohonnya memproduksi oksigen maka yang menghirup udara oksigen dari tanaman kita tanam itu amalan jariyah, menghidupkan juta orang.

Tapi ada saja masyarakat yang belum menyadari akan manfaat keberadaan pohon tersebut yang sangat berarti untuk kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi ini, seperti masih banyak masyarakat yang menebangi pohon secara liar atau meratakannya dengan aspal dan menggantikan dengan bangunan-bangunan tetapi tidak menanamnya kembali.

Miris dan sedikit melihat perbuatan tersebut maka itulah masyarakat harus membangun mental untuk mau memelihara dan menanam pohon. Hal itu merupakan dari revolusi mental.

Melalui revolusi mental mari kita ubah pola pikir kita yang selama ini tidak peduli dengan kesadaran menanam, menebang dan merusak habitat dari tanaman itu, kita rubah menjadi orang yang mencintai tanaman untuk kehidupan manusia yang lebih baik lagi dimana untuk masa kini dan masa depan. 

Pohon adalah makhluk hidup yang memiliki sejuta manfaat. Seluruh bagiannya sangat berarti untuk kehidupan manusia. Pohon memberi oksigen melalui metabolismenya dan mengeluarkan melalui daun, memberikan bahan bangunan kayu dengan batangnya, memberikan makanan dengan buah, dan dapat mencegah banjir, mencegah longsor dengan akarnya.

Dok : instagram @ibukita.kebun



Salah satu #petanimilenialdemfram yang mempunyai hobi akan bercocok tanam adalah Angga Diandry yang sejak kecil suka ikut eyang untuk pergi ke kebun dimana eyang nya mempunyai lahan yang luas untuk menaman berbagai macam tanaman seperti mangga, cabe, durian dan lain-lain. jadi dari sinilah Angga mulai belajar untuk menanam seperti mulai cara menanam, menyiram dan memetik sehingga ia sudah mempunyai pengalaman berkebun sejak kecil.

Angga memiliki kebun di Rooftop dengan luas sebesar 80 - 90 meter persegi dengan berbagai macam tanaman seperti pakcoy, kale, selada dan hasil panennya mencapai 22 kilogram dengan harga jual Rp. 40 per setengah kilogram.

Sekarang hanya 6 - 8 kilo hasil panen pakcoy karena sekarang ini permintaan pasar lebih banyak sayur kale jadi angga lebih sekarang lebih fokus perbanyak sayur kale.

Seiring berjalan waktu Angga kini merintis usaha dengan nama usahanya ibukita.kebun dari hasil perkebunan pakcoy yang tentu semuanya itu butuh proses yang panjang dan kesabaran serta keuletan dalam menanam pakcoy sehingga menghasilkan tanaman pakcoy yang tubuh subur dan dan seger.

Keberhasilan Angga Diandry dalam menjalankan usaha bisa menjadikan inspirasi buat para milenial tidak usah malu jadi petani karena hanya kalah pamer dan penghasilan minim dan juga mengajak para milenial untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk berkebun di rumah adalah hal yang mengasyikkan ditambah lagi Apalagi ada Demfram yang memberikan informasi dan edukasi tentang pertanian, pupuk, pertanian dan info pangan sehingga menjadi semangat positif berkelanjutan guna pertanian di Indonesia.

Demfram mengulas UMKM pengelolaan makan ataupun petani sukses salah satunya Angga Diandry sebagai #inspirasipetanidemfram dan salah satu program terbaik yaitu Urban Farming yang memberikan insight dan pesan yang menarik bahwa kita bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dan tidak perlu takut harus berani mencoba dan tunjukkan semangat lingkungan untuk sebagai generasi muda. 

Jadi buatlah bumi hidup lebih lama lagi dengan menanam satu pohon hari ini demi masa depan yang lebih baik lagi.

Kamis, 10 November 2022

Persembahan Kami Untuk Dunia

 

Persembahan apa sih yang kamu lakukan untuk dunia ini? Itulah menjadi pertanyaan yang menjadikan PR bagi kita semuanya karena umumnya masyarakat masih enggan untuk melakukannya dan bisa menjadi momok persoalan yang sangat besar untuk dunia.

Sebenarnya hal tersebut mudah untuk dilakukan tapi ya namanya masyarakat ada yang sudah mengetahui tapi malas untuk melakukan atau ada juga yang masih awam tidak tahu apa yang harus dilakukannya, hal itulah yang menjadi penyebab utamanya. 

Nah maka itulah perlu adanya edukasi dan praktek langsung oleh masyarakat agar lebih tahu banyak cara untuk melindungi atau menjaga bumi ini.

Di lingkungan rumah saya pertama kali bermula dari bapak RT dan dinas lingkungan hidup mengadakan pertemuan bersama warga guna memberi edukasi tentang menjaga bumi salah satunya dengan mengumpulkan sampah botol plastik. 

Setelah memberi edukasi, warga pun mulai mengumpulkan botol plastik di rumah dan kalau sudah banyak disetor ke bapak RT atau bisa juga langsung disetor ke dinas lingkungan hidup yang akan datang setiap akhir bulan.




Seiring berjalan waktu warga pun mulai terbiasa untuk melakukan sehingga pak RT mulai berinisiatif lagi tidak hanya mengumpulkan botol plastik tapi juga minyak jelantah.

Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang tidak asing lagi dijumpai setiap hari dan hampir setiap orang menggunakan minyak goreng untuk memasak. 

Sayangnya belum banyak yang menyadari bahwa membuang minyak goreng bekas atau minyak jelantah dengan sembarangan akan berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan. 

Minyak jelantah termasuk ke dalam salah satu limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga.

Apa sih B3 itu? Limbah B3 merupakan limbah yang didalamnya konsentrasi terdapat kandungan zat-zat yang berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dilansir dari wartaekonomi.co.id dalam publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019 diketahui bahwa konsumsi minyak goreng dalam rumah tangga di Indonesia mencapai 13.000.000 tonton. Data United States Department of Agriculture atau USDA menunjukkan bahwa negara yang mengonsumsi minyak goreng terbanyak pada tahun 2019 berturut-turut adalah Indonesia, Cina, India dan Malaysia. 

Jika minyak jelantah dikonsumsi dan dibuang sembarangan maka akan terdapat bahaya yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kolesterol yang tinggi, jantung dan kanker. Sedangkan untuk lingkungan dapat menyebabkan penyumbatan drainase, pencemaran air dan pencemaran limbah.

Kurangnya edukasi kepada warga mengenai bahayanya minyak jelantah juga membuat warga masih suka mengonsumsi serta membuang kemana aja. 

Maka itulah saya ditunjuk oleh bapak RT untuk memberikan edukasi dan mengambil minyak jelantah di rumah warga setiap 2 minggu sekali.

Dimana nanti minyak jelantah yang ambil dari warga dijadikan satu ke dalam jerigen minyak untuk sebagian diambil oleh dinas lingkungan hidup dan sebagian lagi akan di daur ulang. 

Minyak jelantah dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dan tidak berdampak yang negatif pada lingkungan atau kesehatan seperti sabun cuci baju, pupuk tambahan untuk tanaman, bahan bakar lampu minyak, aromaterapi, sebagai pakan unggas, dan sebagai bahan bakar biosolar.

Apalagi ditunjang dengan teknologi maka akan sangat besar peluang untuk memasarkan atau memperkenalkan produk-produk hasil dari daur ulang minyak jelantah dan juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat di Indonesia melalui berbagai media sosial yang kita punya.

Dengan teknologi internet yang didukung dengan sinyal yang kuat dan jaringan yang luas tersebar di seluruh Indonesia maka akan semakin mudah dan cepat dalam menyebarkan informasi.

Salah satunya IndiHome yang merupakan salah satu layanan produk dari Telkom Group. IndiHome menyediakan beragam paket internet cepat yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti saya yang sudah berlangganan IndiHome selama 2 tahun dengan memakai salah satunya dari paket internet cepat dan ditambah lagi dengan jaringan yang kuat sangat membantu sekali untuk memberikan informasi kepada warga yang bersifat informatif dan jelas agar bisa dimengerti dan mudah dipahami.

Selain kepada warga, saya juga memberikan informasi di media sosial yang saya punya agar makin banyak lagi orang akan pentingnya untuk menjaga bumi ini. Sudah sepantasnya sebagai warga negara yang baik memanfaatkan kecepatan internet beserta paket murahnya untuk menyiarkan kebaikan dan pengetahuan.

Jadilah ibu berdaya yang melek akan teknologi yang ditunjang dengan paket internet cepat akan jadi mudah, cepat dan praktis sehingga bisa terealisasi untuk bersama-sama menjaga bumi ini.

Minggu, 09 Oktober 2022

Forjukafi Bertekad Mewujudkan Potensi Wakaf Melalui Literasi Wakaf

Kakek buyut saya alhamdulillah sudah mewakafkan tanahnya untuk membangun masjid yang tepat di lokasi di depan rumah saya, terlintas di pikiran saya untuk bisa berwakaf seperti apa yang dilakukan oleh kakek buyut saya tapi apa daya saya tidak punya tanah, lalu bagaimana saya bisa berwakaf?



Alhamdulillah melalui Rakernas Forjukafi saya sudah menemukan caranya untuk berwakaf karena untuk berwakaf tidak perlu tunggu kaya ataupun tanah berhektar-hektar mulai dari hal yang kecil dulu sehingga saya pun jadi semangat untuk berwakaf. 

Wakaf berasal dari bahasa Arab waqf artinya menahan diri. Secara fiqih yang berarti memindahtangankan hak pribadi menjadi kepemilikan secara umum atau lembaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat umum.

Pengertian wakaf adalah pemberian suatu harta milik pribadi menjadi milik umum yang digunakan untuk kepentingan bersama sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hukum wakaf adalah sunnah muakkad. Sebab wakaf termasuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang mewakafkan. 

Ada empat rukun dalam berwakaf yakni orang yang berwakaf, benda yang diwakafkan, orang yang menerima manfaat waqaf, dan terakhir lafadz atau ikrar wakaf 

Ada enam syarat wakaf yang harus dipenuhi agar wakaf bisa dilaksanakan, yaitu:
 
1. Wakif 
2. Nazhir 
3. Harta Benda Wakaf 
4. Ikrar wakaf 
5.Diperuntukan harta benda wakaf atas harta yang tersedia
6. Jangka waktu 

Dalam berwakaf harus ada aqad dan harta benda yang diwakafkan tidak boleh dijual dan pengelolaan wakaf haruslah transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Di Indonesia wakaf diatur dalam peraturan pemerintah. Wakaf tidak hanya masjid, makam. dan madrasah tapi juga bisa berupa saham, asuransi, uang dan lain-lain. 




Wakil Ketua Partai Golkar ini menyebut laporan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam pembukaan Rakernas Forjukafi di Aula Perpustakaan Nasional, Rapat Kerja Nasional Jakarta, Jumat (7/10/22) hingga awal Maret 2022 realisasi wakaf baru mencapai sekitar Rp 860 miliar. Padahal potensinya bisa mencapai Rp 180 triliun hingga Rp 370 triliun.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut yaitu rendahnya tingkat literasi wakaf baru mencapai 50,48 atau termasuk kategori rendah. Sehingga diperlukan perbaikan dan peningkatan pemahaman publik tentang wakaf.

Selain itu juga saat ini wakaf masih dipahami secara terbatas dan kalah pamor dengan gerakan zakat dan infak. 

Bapak Wapres  KH Ma'ruf Amin juga berharap agar Forjukafi dapat menjadi garda terdepan dalam penguatan literasi wakaf melalui pemberitaan yang semakin komunikatif dan masif hingga masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup baik seputar wakaf sehingga mendorong kesadaran untuk berwakaf dengan begitu potensi wakaf jika dikelola secara optimal dan dapat berkontribusi positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan ekonomi, membantu mengentaskan kemiskinan secara signifikan. 

Dengan adanya literasi wakaf sebagai kunci untuk meningkatkan potensi wakaf dikelola dan dimanfaatkan secara optimal sehingga menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. 

Sementara Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi menegaskan bahwa Forjukafi berkomitmen untuk literasi wakaf dan juga aksi nyata mengejar potensi wakaf di Indonesia.

Mari bersama-sama kita dukung gerakan wakaf untuk perekonomian yang lebih baik dan juga sebagai tabungan di akhirat, jadi jangan tunda lagi untuk melakukan hal yang baik bernilai ibadah salah satunya berwakaf karena dengan berwakaf ikut membangkitkan perekonomian di Indonesia sehingga rakyat akan sejahtera