Jumat, 15 Mei 2026

Perjalanan Mudik Ke Jambi

 

Mudik adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia setiap menjelang Idul Fitri merupakan momen yang tepat untuk bersilaturahmi ataupun melepas rindu kepada keluarga besar di rumah. 

Dengan banyaknya masyarakat yang mudik maka itu banyak instansi pemerintah atau swasta mengadakan program mudik gratis yang dilakukan setiap tahun tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku akan tetapi tetap saja masyarakat antusias mendaftar program mudik gratis karena itu adalah salah satu cara menghemat biaya mudik. Program mudik gratis dari berbagai daerah ada yang pulang pergi dan adanya juga perginya aja. 





Untuk pertama kali aku ikut program mudik gratis yang diselenggarakan oleh DPD Senayan khusus untuk mudik di daerah Lampung, Jambi, Palembang, Bangka Belitung dan lain-lain yang cuma perginya saja. Nah aku iseng iseng daftar , prosesnya pun tidak ribet cuma KTP dan tujuan mudik plus juga tidak berebutan saat daftar. 

Alhamdulillah aku pun dapat program mudik gratis tahun ini untuk mudik ke Jambi meskipun aku bukan asli orang Jambi tapi saudara sepupu ada yang tinggal di Jambi, Akupun memang dari dulu penasaran dan pengen banget ke Jambi karena selama ini saudara sepupu yang sering ke sini jadilah ini kesempatan aku untuk mewujudkan keinginan untuk pergi ke Jambi.

Awalnya aku ragu juga untuk pergi dimana pengumuman kepastian keberangkatan belum pasti jadi akupun masih santai santai aja dan bikin kue lebaran. Nah ternyata pas malam hari baru lah keluar pengumuman resmi bahwa besok berangkat ke Jambi dan titik kumpul di gedung DPD Senayan tentu saja membuat aku kaget setengah mati duh gimana nih besok perginya akhir akupun berunding sama kakak yang kebetulan ikut juga jadi ya terserah mau pergi atau tidak tapi harus diputus sekarang jadi kita bisa siap-siap packing baju dan lain-lain. 

Akhirnya akupun memutuskan untuk tetap berangkat dengan bismillah dan nekat ke Jambi karena itu adalah salah satu cara untuk bisa ke Jambi meski nanti pulang harus bayar ongkos bis sendiri tapi tidak apa-apa setahun sekali dan pengen ngerasain juga pemandangan lintas sumatera serta suasana lebaran di Jambi. 



Hari Sabtu akupun berangkat jam 6 pagi untuk berkumpul di tempat yang telah ditentukan dan untuk pelepasan akan dilakukan oleh ketua DPD RI tapi sayangnya ketua DPD RI telat datang jadi mundur jam keberangkatan.

Kamipun harus menunggu lama banget sampai ketua DPD RI datang ke lokasi jadi ngebosenin juga kalau begitu. Nah tepat Jam 10 pagi baru datang Ketua DPD RI dan rangkaian acara pun di mulai dari sambutan, door prize dan pelepasan rombongan mudik gratis. 

Jam 12 siang kami baru berangkat menuju ke Jambi, selama di perjalanan aku dan kakak tidak banyak berbicara takut nanti ketahuan bahwa kami bukan orang Jambi karena logat bicara Jambi berbeda dengan orang Jakarta.

Jakarta ke Jambi menempuh perjalanan selama 20 jam wow banget kan karena ini perjalanan pertama kali dan kami pun puasa tentu kebayang dong gimana nanti selama perjalanan pasti ada haus dan lapar tapi Alhamdulillah aku tidak merasakan semuanya itu.

Memang di dalam agama Islam boleh tidak puasa selama perjalanan karena jarak yang tempuh jauh. Di dalam bis banyak juga yang tidak berpuasa tapi aku puasa karena tidak ngapa ngapain paling aku tidur saja kalau lapar atau haus. 

Selama diperjalanan kami cuma diberi waktu sebentar untuk ke kamar mandi atau membeli cemilan setiap bis berhenti.

Jakarta ke Jambi selama 20 jam yang harus ditempuh itupun rombongan kami naik tol dari merak sampai Tol Jambi. Wow gimana tidak pegal tuh badan dan kaki karena kelamaan duduk dan tidurnya tidak nyaman.

Selama di perjalanan Alhamdulillah lancar tetapi pas di Betung macet parah dan akupun buka puasa seadanya saja yang ada cuma minum air putih dan makan kacang koro dan ada juga teman aku ketinggalan bis gara-gara ke toilet akhirnya teman aku tuh mumpang motor untuk mengejar bis kami. 

Ternyata prakiraan kami salah menempuh Jakarta ke Jambi lebih dari 20 jam karena macet di Betung padahal sebentar lagi mau sampai ke Jambi. Akhirnya jam 1 pagi kami sampai juga ke Jambi dengan perasa lega akhirnya bisa berkumpul bersama saudara.

Kamis, 23 Januari 2025

Kehidupan Sehari-hari Para Pemulung

 

lika-liku kehidupan sering berganti ada yang baik dan buruk tentunya semuanya harus di jalan seperti air yang mengalir agar tidak terlalu stres menghadapinya seperti hal dalam dunia perdagangan sejak tahun 2010 saya mempunyai usaha kecil-kecilan seperti jual rokok dan pulsa tentunya semua itu telah saya lalui dengan berbagai macam cobaan atau pasang surut dalam dunia bisnis dan juga berbagai macam karakter customer yang berbeda-beda tapi saya harus tetap melayani dengan ramah. 

Customer saya mulai dari tetangga, pemulung hingga pegawai meskipun karakternya berbeda-beda maka saya harus tetap melayani dengan ramah dan baik. Yang paling unik dan punya cerita adalah kehidupan para pemulung baik di desa maupun di jakarta. 

Sejak tahun 2024 saya mempunyai customer pemulung berawal dari seorang pemulung yang pengen transfer uang tapi ia hanya mempunyai aplikasi dana lalu ia tanya ke saya apakah bisa transfer dan saya pun menjawab iya bisa pakai aplikasi dana dan bebas biaya administrasi karena memang pada waktu itu niat saya hanya menolong untuk mentransfer uang.

Sering berjalan waktu makin banyak aja teman - teman pemulung yang datang ke tempat saya untuk mentransfer uang ya mungkin karena tidak ada biaya administrasi kali jadi mereka ke tempat saya dan sayapun dengan senang hati melayani transfer uang.

Lama kelamaan saya pun menjadi akrab dengan para pemulung tersebut dan sedikit mengetahui kehidupan di dalam pekerjaan sebagai pemulung di jakarta. ternyata para pemulung tersebut rata-rata berasal dari satu kampung. Mereka berasal dari Karawang mungkin berteman dan menceritakan tentang pekerjaan mereka di Jakarta sehingga mereka akhirnya mau juga ke jakarta untuk berkerja sebagai pemulung. 




Di tempat kerja pemulung yg biasa mereka bilang lapak atau pangkalan ternyata mereka tidak membayar sepersen pun uang buat menginap karena ada bos yang menanggung dan mereka hanya membiayai sehari-hari rp.100.000 perhari seperti makan, rokok dan lain-lain. 

Ternyata lapak cukup luas dan gede banget bisa menampung lebih dari 30 orang dan juga tentunya gerobak yang biasa ia pakai kerja. 

Diantara para pemulung usia termasuk dewasa bahkan ada juga yang sudah lansia. pemulung lansia berusia 79 tahun masih sehat dan semangat kerja. ia tipe orang yang tidak betah di rumah atau aktif bergerak mungkin itulah ia memilih untuk berkerja sebagai pemulung di jakarta padahal mestinya usia lansia meski istirahat atau menikmati masa-masa tua dan bisa juga ia tidak merepotkan anak-anak diantara anak juga ada pemulung dan pengusaha konveksi. 

Kegigihan ia tiap hari berjalan mengelilingi kompleks perumahan saya untuk memulung meski pekerjaan itu susah susah gampang untuk mendapatkan barang karena hanya dari situ lah mereka bisa mendapatkan uang untuk sehari-hari di jakarta atau kirim uang ke kampung karena mereka tidak ada yang gaji. 

Dari situ lah kita sebagai pemuda bisa mencontoh bapak yang lansia yang masih tetap produktif yaitu : 

1. kita tidak boleh malas untuk mencari pekerjaan

2. gigih dalam mendalam menjalankan pekerjaan

3. selagi kita mampu jangan pernah merepotkan orang lain

4. meskipun pendapatan kecil harus ingat samaa keluarga 

5. pekerjaan apapun yang di peroleh yang penting halal dan jangan malu dengan pekerjaannya seperti pemulung.

Karena Nasib seseorang tidak ada yang tahu maka itulah kita hanya bisa berusaha dulu dan berdoa serta kita pun selalu rendah hati kepada siapapun.

Selasa, 10 September 2024

Harta Tahta Wanita Dalam Budaya Batak

 

Setiap pasangan muda-mudi ingin melangsungkan pernikahan sebagai bentuk keseriusan hubungan mereka selama ini dan juga ibadah. 

Tentunya di dalam merencanakan proses pernikahan butuhkan beberapa persiapan yang matang baik keuangan dan mental. Dalam hal keuangan tentunya banyak sekali pengeluaran seperti catering, undangan pernikahan, organ tunggal dan lain-lain yang tentunya akan membuat kepala jadi pusing dan menghabiskan waktu untuk mengurus pernikahan. Untuk mengatasi tersebut kamu calon pengantin bisa datang ke Wedding Batak Exhibition 2024 pada tanggal 7 sampai 8 September 2024 di SMESCO Convertion Hall. 




Dalam Wedding Batak Exhibition 2024 calon pengantin bisa menemukan banyak vendor-vendor tentang pernikahan adat Batak dan nasional sekaligus memberikan ruang bagi talent muda untuk menampilkan keterampilan dan kreativitas dalam fashion, musik, tarian tradisional Batak, ungkapan Martha Simanjuntak, project Director Wedding Batak Exhibition 2024.

Selain itu juga Wedding Batak Exhibition 2024 bertujuan memperkenalkan kekayaan tradisi pernikahan Batak yang unik dan beragam seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun dan Batak Mandailing.

Wedding Batak Exhibition 2024 menampilkan tarian, musik, fashion show, talkshow, booth talent dan lain-lain. Talkshow kali ini juga berkaitan dengan pernikahan Batak dan insight yang bagus banget buat calon pengantin terutama wanita yang nantinya akan menjalankan rumah tangga.




Salah satunya talkshow yang menarik dengan tema Harta, Tahta, Wanita yang menghadirkan narasumber Ina Rachman S.H, M.HUM Managing Partner Maestro Patent Internasional yang di dampingi oleh Ibu Martha Simanjuntak, CEO IWITA Kreatif dan Founder Chataulos.

Dalam talkshow tersebut ibu Ina mengatakan Indonesia memiliki kekayaan adat budaya yang indah dan beraneka ragam salah satu adat Batak itu merupakan salah satu adat yang unik dan juga sebagai wonderful culture yang dimiliki Indonesia. 

Adat Batak menganut sistem patrilineal yaitu garis keturunan ditarik dari ayah dimana laki-laki ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan utama dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam harta dan tahta sedangkan kedudukan perempuan secara adat menjadi lemah. Karena garis keturunan warisan hanya kepada laki-laki sedangkan perempuan tidak mendapatkan warisan.

Ibu Martha Simanjuntak sebagai orang Batak juga membenarkan hal tersebut bahwa harta dan tahta dalam adat Batak di pegang oleh laki-laki akan tetapi pada kenyataannya bahwa perempuan juga memperoleh warisan tapi karena itu hal adanya rasa kasih sayang bukan berdasarkan adat yang berlaku, meskipun bentuk warisan tidak berupa tanah, rumah tapi dalam bentuk perhiasan.

Namun dalam penerapan hukum waris dalam keluarga tergantung pada keluarga tersebut hukum mana yang mau di pakai apakah adat, agama atau negara selama ada kesepakatan keluarga dari ahli waris maka bisa di pakai hukum waris apapun baik secara agama, adat atau hukum positif sesuai dengan undang-undang. 

Sedangkan tahta dalam konteks budaya batak merajuk pada posisi laki-laki dan perempuan dalam keluarga atau masyarakat dimana biasanya dalam budaya batak posisi laki-laki pemimpin keluarga atau adat sedangkan perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga saja tapi tidak menutup kemungkinan bagi perempuan untuk berkarir namun keputusan berkarir atau tidak tergantung dari pilihan pribadi dan dukungan keluarga.

Dengan ada talkshow tersebut membuat saya lebih mengenal kebudayaan dan adat Batak khususnya harta, tahta pada budaya Batak khusus perempuan batak dan masih banyak hal-hal unik lainnya seputar budaya batak yang dapat di gali dari acara Wedding Batak Exhibition 2024 dan juga menemukan vendor pernikahan adat Batak yang dapat membantu calon pengantin untuk mewujudkan impian pernikahan mereka.