Rabu, 02 Agustus 2023

Cara Menghadapi Pasangan yang Mengalami Disfungsi Ereksi: Panduan untuk Wanita

Disfungsi ereksi adalah masalah yang dapat mempengaruhi hubungan intim antara pasangan. Ketika seorang pria mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi, hal ini dapat menimbulkan stres dan frustrasi baik bagi dirinya maupun pasangannya. Bagi wanita yang memiliki pasangan dengan disfungsi ereksi, penting untuk menghadapinya dengan pemahaman, dukungan, dan komunikasi yang baik. disfungsi ereksi tentu saja ini bukan hanya masalah kemesraan di atas ranjang tapi juga kesehatan dari yang bersangkutan.





Disfungsi ereksi sangat rentan dialami oleh pria dari usia 30 tahun. Presentasenya ada sekitar 2% pria berusia 30 tahun yang mengalami, dan 50% dialami oleh pria berumur 80 tahun.  Penyakit disfungsi ereksi muncul akibat pola hidup yang tidak sehat, obesitas, hipertensi, merokok dan minuman yang beralkohol.

Artikel ini akan memberikan panduan untuk wanita dalam menghadapi pasangan yang mengalami disfungsi ereksi.

1. Pahami bahwa Disfungsi Ereksi Bukanlah Kesalahan Anda:

Penting untuk menyadari bahwa disfungsi ereksi bukanlah kesalahan Anda sebagai pasangan. Masalah ini biasanya disebabkan oleh faktor fisik atau psikologis yang kompleks dan bukan karena kurangnya ketertarikan atau kecintaan dari pasangan. Jangan menyalahkan diri sendiri atau merasa tidak cukup menarik.

2. Jaga Komunikasi Terbuka

Bicaralah dengan pasangan tentang disfungsi ereksi secara terbuka dan jujur. Dengan berkomunikasi, Anda dapat saling memahami perasaan, kekhawatiran, dan harapan satu sama lain. Ajukan pertanyaan dengan penuh empati, dengarkan dengan baik, dan berikan dukungan yang diperlukan. Pastikan pasangan Anda tahu bahwa Anda berada di sisi mereka dan siap mendukung mereka melalui kesulitan ini. 

Menurut ahli komunikasi terbuka adalah kunci dari hubungan yang baik maka itu diperlukan komunikasi baik juga bisa melindungi hubungan Anda dari masalah yang diakibatkan oleh disfungsi ereksi.

3. Hindari Menekan atau Membuat Pasangan Merasa Buruk:

Jaga sikap yang positif dan hindari menekan pasangan terkait disfungsi ereksi. Hindari mengomentari atau mengkritik performa seksual mereka. Hal ini hanya akan meningkatkan tekanan dan membuat pasangan merasa buruk tentang dirinya sendiri. Ingatlah bahwa keintiman seksual melibatkan kedua pasangan, dan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. 

4. Edukasi tentang Disfungsi Ereksi: 

Mendapatkan pengetahuan tentang disfungsi ereksi dapat membantu Anda memahami kondisi yang dialami pasangan. Cari tahu tentang faktor-faktor penyebab, pengobatan yang tersedia, dan cara-cara mengelola disfungsi ereksi. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat membantu pasangan untuk mencari solusi yang tepat dan memberikan dukungan yang sesuai. 

5. Bersikap Sabar dan Menerima Perubahan: 

Disfungsi ereksi dapat menjadi perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Bersikaplah sabar dan realistis dalam harapan Anda. Perubahan mungkin diperlukan dalam pola hubungan intim Anda, seperti fokus pada keintiman non-seksual, eksplorasi bentuk keintiman lainnya, atau memperluas pengalaman intim secara keseluruhan. Terima bahwa proses ini membutuhkan waktu dan upaya bersama.

6. Dukung Pasangan dalam Pencarian Solusi: 

Bantu pasangan Anda untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Dukung mereka dalam berkonsultasi dengan dokter atau spesialis yang kompeten di bidang ini. Jika pasangan Anda mempertimbangkan pengobatan, dorong mereka untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dan temani mereka dalam proses tersebut.

7. Memberikan Obat Disfungsi Ereksi Terbaik

Seperti kita ketahui bahwa disfungsi ereksi dapat disembuhkan tentunya dengan memberikan obat disfungsi ereksi terbaik yang tentunya harus sesuatu dengan petunjuk dokter agar untuk minimalisir efek samping. 





Obat disfungsi ereksi terbaik seperti Viagra, Cialis, dan Levitra tidak menyebabkan ketergantungan fisik karena berbeda dengan obat-obatan terlarang yang memiliki potensi menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Obat disfungsi ereksi bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis dan membantu memperbaiki fungsi ereksi secara sementara. 

Selain itu juga ada pilihan pengobatan lain yang dapat dipertimbangkan, seperti terapi perilaku atau pengobatan non-obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Dengan Terapi dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi secara alami tanpa perlu bergantung pada obat-obatan.

Jadi bila kita terutama perempuan cara untuk menghadapi pasangan yang mengalami disfungsi ereksi yaitu dibutuhkan pemahaman, komunikasi yang baik, dan dukungan emosional. Ingatlah bahwa disfungsi ereksi bukanlah kesalahan Anda atau pasangan. Dengan pendekatan yang sabar, penuh empati, dan kolaboratif, Anda dapat membantu pasangan Anda menghadapi tantangan ini bersama-sama. Tetap terbuka terhadap perubahan dan jadilah tim yang saling mendukung dalam mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan kehidupan intim Anda.