Rabu, 02 Juni 2021

Tips Penanganan Kusta di Masa Pandemi

Kusta penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae. Penyakit kusta dapat menyerang berbagai bagian tubuh, diantaranya saraf, dan kulit. penyakit disebut Lepra atau Morbus Hansen. Kusta umumnya ditemukan pada negara berkembang, seperti Indonesia.

Menurut data WHO Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak penderita kusta di dunia setelah India dan Brazil.






Gejala penyakit yang bermula kulit mengalami bercak putih dan muncul bintil-bintil kemerahan pada kulit.

Selain itu gejala kusta lainnya dengan adanya bagian tubuh yang tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian wajah, dan mati rasa karena rusaknya saraf.

Penyebab penyakit kusta berasal dari bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan lainnya.

Penyakit kusta diketahui bisa menular melalui kontak langsung secara berulang-ulang dengan penderita serta melalui saluran pernapasan.

Penanganan terhadap kasus kusta di Indonesia terhambat akibat pandemi Covid-19 ditemuan kasus kusta pada tahun 2020 sangat turun tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI menunjukkan prevalensi kusta pada 2018 adalah 6,42 persen dan 2019 sebesar 6,50 persen.

Tahun 2020 kasus kusta tercatat sebesar 3,34 persen kasus baru per 100.000 penduduk. 

Pasien penyakit kusta yang pernah mengalami kusta dan keluarganya merupakan kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Cakupan dampak yang mereka hadapi sangat majemuk seperti kesehatan, ekonomi, sosial, dan psikologi.

Seperti contoh pasien penyakit kusta dimasa pandemi mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Padahal pasien kusta tidak boleh mengalami putus obat yakni selama enam atau duabelas bulan maka tidak akan tertular kusta. 

Bayangkan jika sebelum pandemi perhatian pemerintah dan masyarakat sangat kecil kepada mereka, karena kusta sejak lama masuk dalam kategori Penyakit Tropis Terabaikan WHO, maka pandemi ini telah membuat mereka semakin terabaikan, semakin jauh dari perhatian publik.

Maka itu mengedepankan ketepatan dalam bertindak dalam menangani kasus kusta diperlukan kerja sama dari berbagai pihak pemkab akan berupaya mengumpulkan semua potensi mulai Dinkes, Camat, kades dan ulama, kita akan meminta dukungan ketika tim turun ke lapangan.

Termasuk salah satunya program kerja yang disusun oleh pemerintah kabupaten Bone bersama dinas kesehatan melalui puskesmas-puskesmas di tiap daerah kabupaten Bone untuk mengurangi meluasnya penyakit kusta antara lain :
 
1. pemeriksaan penderitaan kusta 
2. pemberian obat pencegahan
3. kampanye eliminasi kusta
4. melakukan kegiatan school survey
5. intensifikasi gespending.




Serta peran aktif dari kepala, ulama dan tokoh masyarakat bisa mengedukasi masyarakat tentang penting mengobati penyakit kusta yang dideritanya serta budaya masyarakat yang memakai masker saat beraktivitas diluar lingkungan serta jarak jarak ikut mencegah penularan kusta sehingga terjadi angka penurunan kasus sekitar 55 orang atau sekitar 28% pada tahun 2020 di Bone, ujar Bpk Komarudin S.Sos.M.kes. sebagai Wasor Kusta Kabupaten Bone

Sesuai dengan slogan masyarakat Bone Ya Tutu Ya Slame Ya Capa Ya Cilaka yang artinya barang siapa yang waspada maka dia akan selamat dan barang siapa yang lalai maka dia akan celaka.

Maka itu harus dilakukan dengan gencar dan merata maka Indonesia akan mencapai status eliminasi kusta dan keluar dari daftar tiga negara dengan kasus kusta terbanyak di dunia seperti Brazil dan India. Pasien kusta dan OYPMK hidup tanpa diskriminasi dan stigma dan dapat menikmati dan menjalani kehidupannya secara bermartabat.

3 komentar:

  1. Kusta merupakan penyakit menular, namun dapat disembuhkan. Jadi sebagai blogger kita harus terus meng-edukasi kepada masyarakat bahwa kusta bukan penyakit kutukan

    BalasHapus
  2. Edukasi tentang kusta memang penting banget untuk semua orang, termasuk para penderitanya. Gak jarang mereka tuh gak tau kalo kusta bisa sembuh asal ditangani sesegera mungkin.

    BalasHapus
  3. Awareness tentang kusta sudah saya lihat di timeline medsos, semoga dengan adanya program ini penderita kusta semangat dan cepat sembuh aamiin

    BalasHapus