Selasa, 20 April 2021

Mari Peduli dan Dukungan Terhadap Kusta

Hari kusta sedunia diperingati setiap tahun pada hari minggu akhir bulan Januari yang bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap pasien penyakit kusta. 

Kusta jenis penyakit kulit  tersebar berbagai belahan dunia dan penyakit endemik di berbagai negara. Kusta disebabkan oleh  Mycobacterium leprae dapat menyerang kulit dan jaringan saraf perifer, mata dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung.




dr. Udeng Damam menyatakan usia rentan penyakit kusta terjadi mempunyai imun rendah dan terpapar karena sering interaksi seperti usia dewasa muda. 

Penularan melalui pernapasan, udara dan kontak langsung dengan penderitaan yang belum diobati. Masa inkubasi Rata-rata 3 - 5 tahun jadi cukup lama.

Kusta diklasifikasikan menjadi 2 kelompok :

Pausibasiler ditandainya munculnya bercak putih sekitar satu sampai lima di kulit. Bercak putih ini mirip dengan panu.

Mutlibasiler munculnya bercak kemerahan dan disertai dengan penebalan pada kadas. bercak merah ini muncul dan menyebar lebih dari 5.

Gejala penyakit kusta beraneka ragam, seperti :

1. Bercak putih di permukaan kulit. 
2. Mati rasa di permukaan kulit. 
3. Penebalan syaraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi dari saraf tersebut. 4. Basil tahan asam positif pada pemeriksaan kerongkongan kulit.

Gejala kusta seringkali tidak tampak justru harus tetap waspada bila ada anggota keluarga yang mempunyai luka yang tidak sembuh-sembuh dalam jangka waktu panjang. 

Meskipun penyakit kusta proses pengobatan membutuhkan waktu yang lama namun penderitaan kusta dapat disembuhkan secara total apabila melakukan penganan yang tepat dan cepat yaitu dengan 2 jenis minum obat selama 6 untuk PB atau 12 bulan untuk MB secara terus menerus, lengkap, teratur dan perilaku hidup sehat. 

Bila pasien terlambat diagnosis dan pengobatan maka akan terjadi komplikasi seperti :

a. cacat. 
b. kerusakan rambut. 
c. kelemahan otot. 
d. kerusakan saraf permanen yang ringan dan kaki. 
e. ketindakmampuan untuk menggunakan tangan dan kaki. 

Berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2000 telah mencapai status eliminasi prelevensi kusta kurang satu pers 10000 penduduk.

Total 34 Provinsi diIndonesia masih ada 8 provinsi seperti Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat yang belum mencapai status eliminasi.

Padahal penyakit kusta sudah lama menyebar 1873 silam. Pada tahun 2000 telah ditemukan sebanyak 9000 kasus kusta sehingga total 16.704 kasus aktif yang mendapatkan penanganan dan pengobatan.

Sedangkan Dari Data Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2006 Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai penderitaan kusta terbanyak.

Pada tahun 2024 Indonesia mentargetkan sudah mendapatkan status eliminasi kusta.

Untuk mendukung Indonesia bebas kusta adalah NLR Indonesia suatu organisasi nirlaba atau lsm yang mendorong pemberatasan kusta dan inklusi bagi orang yang disabilitas yang memulai kegiatan tahun 1975.

Serta Kantor Berita Radio atau KBR yang berdiri sudah 22 tahun dan memproduksi podcast dan konten berbasis jurnalisme yang berjejaring dengan 350 radio di Indonesia.

KBR Indonesia konsisten mendorong issue cerita dan karya yang melibatkan kelompok terpinggirkan. 




Asken Sinaga sebagai Direktur NLR Indonesia menyatakan NLR Indonesia berkerjasama dengan stasiun radio KBR menginisiasi proyek SUKA yang bertujuan untuk mengangkat issue kusta di masyarakat melalui kanal berbagai media.

Masyarakat akan semakin jelas tentang penyakit kusta bahwa penyakit kusta bukan dari kutukan tapi dapat di sembuh kan dengan penanganan dan pengobatan secara dini.