ASAP tebal mengepul dari tiap pekarangan rumah di
kampung yang rindang di pinggiran Kab-Gowa, Sulsel, tak jauh dari tepi
Sungai Jeneberang. Hampir semua orang sibuk menyiapkan
sebuah hajatan besar tahunan yang akar riwayatnya berusia hampir
setengah milenium.
Kampung itu bernama Tama’la’lang yang masuk wilayah Desa Tamanyeleng,
Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Dari pusat kota Makassar, ibu kota
Sulsel, jaraknya hanya sekitar 10 kilometer.
Setiap tahun, warga merayakan ulang tahun kampung yang disebut attamu
taung dengan tradisi akaddo bulo atau menyantap kaddo bulo, hidangan
yang juga lazim dikenal sebagai lemang sudah menjadi
WARISAN KELEZATAN dan Perayaan diselenggarakan
setelah peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Akaddo bulo dalam bahasa Makassar berarti ”makanan dari bambu”. Tentu saja bukan bambunya yang dimakan, melainkan campuran beras ketan bersama santan kental yang telah diberi sedikit
garam untuk menambah rasa. Sisi dalam bambu sebelumnya dilapisi daun
pisang sebelum beras ketan dimasukkan. Kemudian ujung atas bambu ditutup
lalu dibakar.
 |
| beras ketan yang dimasukan ke dalam sebilah bambu |
 |
| santan yang dimasukan ke dalam sebilah bambu |
Tabung-tabung bambu berukuran panjang 40 sentimeter itu dimasak dengan cara dipanasi secara tegak mengelilingi perapian selama sekitar tiga jam sampai matang. Setelah selesai, bambu dibelah untuk mengeluarkan akaddo bulo yang telah pulen dan siap disantap dengan taburan serundeng.
 |
| akaddo bulo yang sedang dirapikan dan sebelum di bakar |
salah satu warga kampung yang hari itu sibuk
membuat 100 potong akaddo bulo di halaman rumahnya. ”Ini sudah menjadi
tradisi kampung yang selalu dinantikan warga setiap tahun.
Sesekali ia berjongkok untuk meratakan bara dari kayu dan sabuk
kelapa yang dipakainya sebagai bahan bakar perapian. Kadang matanya
memicing menahan perih saat asap berembus ke arahnya.
 |
| warga yang sedang berjongkok untuk meratakan bara |
Akaddo bulo menjadi sajian utama yang dihidangkan warga kampung kepada warga, penjabat daerah, atau siapa pun tamu yang berkunjung ke Tama’la’lang saat perayaan itu. ”Walaupun orang tak dikenal, kalau datang berkunjung
saat perayaan ini, pasti diberikan akaddo bulo,” .
 |
| Kaddo bulo siap di sajikan |
Akaddo bulo bermanfaat untuk kesehatan
bahan bakunya yang berupa beras ketan, santan, garam bermanfaat bagi tubuh karena
memiliki kandungan & khasiat yang bermacam - macam bagi kesehatan
seperti :
Kandungan gizi beras kentan
Jumlah Kandungan Energi Beras Ketang Putih = 362 kka
Jumlah Kandungan Protein Beras Ketang Putih = 6,7 gr
Jumlah Kandungan Lemak Beras Ketang Putih = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Beras Ketang Putih = 79,4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Beras Ketang Putih = 12 mg
Jumlah Kandungan Forfor Beras Ketang Putih = 148 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Beras Ketang Putih = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Beras Ketang Putih = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Beras Ketang Putih = 0,16
Jumlah Kandungan Vitamin C Ketang Putih = 0 mg
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .
Manfaat beras ketan bagi kesehatan :
Beras ketan dapat membuat kulit lebih halus serta mengatasi alergi .
Beras
ketan dapat mencegah maupun mengatasi berbagai penyakit degeneratif
seperti Diabetes militus, Hipertensi, Asma, Lever, dll .
Beras ketan memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat
mengatasi gangguan pencernaan,sembelit,perut kembung,serta menurunkan
kadar kolesterol darah .
Beras ketan mampu meningkatkan stamina, memperkuat tubuh, dan mengatasi cepat lelah .
Beras ketan memiliki kandungan vitamin B yang tinggi yang bermanfaat
mencegah penyakit beri - beri, sakit pinggang, reumatik, ataupun
kesemutan
kandungan nutrisi dalam santan:
- Kalori. Kandungan kalori dalam santan terbilang cukup
tinggi, yaitu 120 kalori untuk setiap sendok makan santan. Mengonsumsi 1
sendok makan santan per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Lemak. Kandungan lemak santan terdiri dari beberapa
jenis, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak omega 3, lemak
omega 6 dan lemak tak jenuh tunggal. Dengan konsumsi yang tepat, lemak
tetap dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan asam lemak omega 3 dapat mengurangi
peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi.
- Gula. Rasa santan yang sedikit manis disebabkan
kandungan sejumlah kecil gula seperti glukosa dan fruktosa, hanya sekitar
1 - 2 persen gula saja. Gula bermanfaat untuk energi bagi tubuh.
- Kalsium. Satu cangkir santan kelapa mengandung sekitar
200 IU kalsium yang bermanfaat untuk tulang dan gigi.
- Protein. Meskipun kandungan protein dalam santan
termasuk rendah, namun kandungan alanin, sistin, arginin dan serene yang
mudah dicerna tubuh tetap bermanfaat untuk mempertahankan dan membangun
sel-sel baru. Juga bermanfaat untuk rambut, kuku dan kulit.
Selain kandungan nutrisi tersebut,
santan juga mengandung bermacam mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat
besi dan tembaga.
Kandungan garam
kandungan mineral yang terdapat dalam garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari dari makanan maupun minuman.
- Yodium
Zat mineral yodium biasanya terdapat pada garam dapur yang tersedia
bebas di pasaran, namun pastikan garam yang anda beli memiliki
kandungan yodium. Karena zat ini berperan penting untuk membantu
perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak pada masa
pertumbuhannya.
- Phospor
Phosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi.
- Cobalt
Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah.
- Kalsium
Kalsium atau zat kapur merupakan zat mineral yang memiliki fungsi
dalam pembentukan tulang dan gigi disamping perannya dalam vitalitas
otot pada tubuh.
- Kalium
Kalium berfungsi sebagai pembentuk aktivitas otot jantung.
- Zinc atau Seng
Diperlukan untuk pembentuk enzim dan hormon penting.
- Sulfur atau Belerang
Berfungsi dalam proses pembentuk protein di dalam tubuh.
- Chlor
Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada
lambung. HCl sendiri berfungsi membunuh kuman bibit penyakit dalam
lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
- Magnesium
Magnesium berfungsi sebagai zat yang pembentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.
- Mangaan
Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.
- Tembaga
Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah.
- Natrium / Na
Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram
di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan
tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan
cairan yang ada di sekitarnya.
kandungan nutrisi dalam santan:
- Kalori. Kandungan kalori dalam santan terbilang cukup tinggi, yaitu
120 kalori untuk setiap sendok makan santan. Mengonsumsi 1 sendok makan
santan per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Lemak. Kandungan lemak santan terdiri dari beberapa jenis, yaitu
lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak omega 3, lemak omega 6 dan
lemak tak jenuh tunggal. Dengan konsumsi yang tepat, lemak tetap
dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan asam lemak omega 3 dapat mengurangi
peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi.
- Gula. Rasa santan yang sedikit manis disebabkan kandungan sejumlah
kecil gula seperti glukosa dan fruktosa, hanya sekitar 1 - 2 persen gula
saja. Gula bermanfaat untuk energi bagi tubuh.
- Kalsium. Satu cangkir santan kelapa mengandung sekitar 200 IU kalsium yang bermanfaat untuk tulang dan gigi.
- Protein. Meskipun kandungan protein dalam santan termasuk rendah,
namun kandungan alanin, sistin, arginin dan serene yang mudah dicerna
tubuh tetap bermanfaat untuk mempertahankan dan membangun sel-sel baru.
Juga bermanfaat untuk rambut, kuku dan kulit.
Selain kandungan nutrisi tersebut, santan juga mengandung bermacam
mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.
- See
more at:
http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kesehatan/Umum/Kandungan-Nutrisi-Santan-Kelapa#sthash.DPRJMX49.dpuf
Sejarah
kandungan nutrisi dalam santan:
- Kalori. Kandungan kalori dalam santan terbilang cukup tinggi, yaitu
120 kalori untuk setiap sendok makan santan. Mengonsumsi 1 sendok makan
santan per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Lemak. Kandungan lemak santan terdiri dari beberapa jenis, yaitu
lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak omega 3, lemak omega 6 dan
lemak tak jenuh tunggal. Dengan konsumsi yang tepat, lemak tetap
dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan asam lemak omega 3 dapat mengurangi
peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi.
- Gula. Rasa santan yang sedikit manis disebabkan kandungan sejumlah
kecil gula seperti glukosa dan fruktosa, hanya sekitar 1 - 2 persen gula
saja. Gula bermanfaat untuk energi bagi tubuh.
- Kalsium. Satu cangkir santan kelapa mengandung sekitar 200 IU kalsium yang bermanfaat untuk tulang dan gigi.
- Protein. Meskipun kandungan protein dalam santan termasuk rendah,
namun kandungan alanin, sistin, arginin dan serene yang mudah dicerna
tubuh tetap bermanfaat untuk mempertahankan dan membangun sel-sel baru.
Juga bermanfaat untuk rambut, kuku dan kulit.
Selain kandungan nutrisi tersebut, santan juga mengandung bermacam
mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.
- See
more at:
http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kesehatan/Umum/Kandungan-Nutrisi-Santan-Kelapa#sthash.DPRJMX49.dpuf
Sejarah
Tradisi akaddo bulo berawal dari zaman Raja
Gowa ke-9, yakni I Matanre Karaeng Manguntungi Tumaparisi Kalonna, yang
berkuasa pada 1510-1546. Narasi itu terabadikan dalam naskah-naskah
catatan Kerajaan Gowa atau yang disebut juga Lontara’ Bilang.
Raja Gowa ke-9 memerintahkan pembangunan Benteng
Somba Opu yang berdasarkan catatan mulai dibangun tahun 1525. ”Saat itu
raja meminta kepada kampung-kampung yang wilayahnya berada di sekitar
lokasi pembangunan benteng untuk berpartisipasi menyiapkan makanan bagi
para pekerja.
Tama’la’lang adalah salah satu kampung tersebut yang berjarak sekitar
1 kilometer dari Somba Opu. Warga Tama’la’lang pun membuat akaddo bulo
untuk menyuplai kebutuhan makan para pekerja benteng. ”Akaddo bulo
dipilih karena bisa awet selama 2-3 hari sebagai makanan.
Setelah itu, Raja Gowa ke-10 : I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng
Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1546-1565), membangun Benteng Panakkukang
dan Benteng Anak Gowa tak jauh dari Somba Opu. Warga Tama’la’lang
kembali membantu menyediakan makanan, terutama akaddo bulo, bagi
pekerja.
Saat ketiga benteng itu selesai, areal persawahan Kampung
Tama’la’lang dijadikan tempat latihan pasukan perang Kerajaan Gowa.
Warga pun diminta kembali menyuplai makanan untuk kebutuhan pasukan,”.
Sejak itu, akaddo bulo menjadi tradisi yang melekat dan selalu
dirayakan warga Tama’la’lang untuk memperingati ulang tahun kampung
sekaligus perayaan panen. Namun, tradisi ini terhenti
saat Perang Makassar berkecamuk pada 1666 yang berlanjut dengan
pendudukan Belanda hingga kemerdekaan pada 1945.
Akaddo bulo menjadi hidangan utama dalam tradisi ‘akaddo bulo’ yang
digelar masyarakat Kampung Tama’la’lang dalam memperingati ulang tahun
kampung sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
”Tradisi akaddo bulo kembali dihidupkan setelah kemerdekaan oleh Raja
Gowa ke-36 atau terakhir sekaligus bupati pertama Kabupaten Gowa, Andi
Idjo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Aidudin. Raja
tersebut pula yang mengusulkan agar akaddo bulo dirangkaikan dengan
peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai pesta rakyat.
Sejak itu, akaddo bulo selalu dirayakan tidak lama setelah 17
Agustus. Tahun ini, perayaan digelar pada 19-20 Agustus. Selain pesta
hidangan akaddo bulo, perayaan diisi dengan panggung hiburan dan
berbagai atraksi kesenian di lapangan desa.
Di luar semangat pesta, akaddo bulo juga mengandung makna yang lebih
dalam, yakni ajang silaturahim warga dengan sanak keluarga. Tak sedikit
warga atau kerabat yang tinggal jauh di luar kota atau bahkan dubes (tamu undangan dari luar negeri) datang ke Tama’la’lang demi menghadiri acara ini.
Ajang silaturahim ini lebih ramai daripada silaturahim saat
Lebaran, tahun ini menyiapkan lebih dari 200 potong akaddo bulo untuk menjamu
tamu-tamunya. Dalam perayaan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong warga. ”Ada anggota keluarga yang menyumbang bahan baku seperti kelapa, bambu, daun pisang, dan ketan. Ada pula yang menyumbang tenaga untuk membuat kaddo bulo dan makanan-makanan tradisional lainnya.
Dari sekian banyak makanan tradisional Indonesia, Akaddo bulo masih
eksis hingga kini. akaddo bulo yang terbuat dari beras ketan ini memiliki cita
rasa yang khas dari kue-kue tradisional lainnya. Harganya pun
terjangkau. Dan masih bisa dijumpai di daerah-daerah Indonesia.
Akan tetapi, seiring dengan gencarnya pertukaran budaya banyak
makanan-makanan tradisional Indonesia yang “geser” ketenarannya dengan
makanan luar.
Makanya kita sebagai Anak Bangsa Indonesia harus bangga dan melestarikan “warisan kelezatan” yang Bangsa kita miliki.